Custom Search

News World

May 29, 2012

Selebriti :: DPR Dukung Konser Lady Gaga

Sulit diterima pikiran sehat dan demokratis apabila Polri melarang sebuah pertunjukan dengan alasan moral.
Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, mendesak Mabes Polri untuk menimbang ulang rencana pelarangan konser penyanyi Amerika Serikat, Lady Gaga di Jakarta.

Menurut Priyo, ada beberapa alasan mengapa dirinya menyatakan desakan itu. Pertama, Indonesia bukanlah negeri Tirai bambu, yang mudah menolak konser Lady Gaga.

"Kita adalah negara yang sedang membangun demokrasi yang mempersatukan bangsa kita," kata Priyo di Jakarta, Senin (21/5).

Kedua, menurut Priyo, sulit diterima pikiran sehat dan demokratis apabila Polri melarang sebuah pertunjukan dengan alasan moral.

Ketiga, pelarangan itu sendiri membuatnya terperanjat karena menjadi bahan pemberitaan media massa asing.

"Ini kampanye yang kurang baik terhadap keberadaan masalah toleransi yang merupakan kebijakan dasar negara kita," kata Priyo.

Karenanya, Priyo mendesak Kapolri segera membuat langkah yang bisa memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat terkait pertunjukan Lady Gaga.

Priyo menegaskan Polri harus mengingat bahwa mereka digaji rakyat melalui pajak dan persetujuan pembiayaan gaji itu diketuk oleh DPR.

"Kita harap Kapolri bertindak arif, jangan terkesan bisa menimbulkan pertanyaan besar di balik simpang siur ini. Ini tak baik bagi nasib polri, dan tak baik bagi kemajemukan kita," kata Priyo.
Pada kesempatan itu, Priyo juga mengingatkan agar pihak EO mendengarkan juga protes masyarakat atas konser itu, khususnya terkait pertunjukan Lady gaga yang harus mengikuti norma adat dan keagamaan di Timur.

"Saya kira tak perlu khawatir. Kecuali kalau EO mengundang Lady Gaga untuk telanjang di sini atau membuat keributan. Kalau tak seperti itu, tak ada alasan Polri melarang konser itu," kata Priyo.
DPR Bantah

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat menolak bila sikap Kepolisian RI yang mulai agak melunak soal perizinan konser Lady Gaga diakibatkan oleh adanya tekanan dari para anggota legislatif.
Menurut Wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso, drinya meyakini Polri melunak karena mendengar suara dari semua pihak terkait konser itu.

"Dan karena kita sedang membangun sebuah cara baru dalam mengelola perbedaan, saya kira posisi Polri menjadi penting dan akan mendengar semua masukan," kata Priyo di Jakarta, Senin (21/5) malam.
Seorang anggota dewan yang menolak disebutkan namanya mengaku sejumlah petinggi di DPR secara aktif mempertanyakan penolakan pemberian ijin konser oleh Polri. Dia menyebutkan komunikasi itu dilaksanakan lewat kontak langsung melalui telepon kepada Kapolri Timur Pradopo.

Priyo menolak menanggapi pernyataan seperti itu, dan menekankan bahwa pihaknya akan merasa iba kalau Polri ditekan-tekan untuk hal seperti itu.
"Saya yakin Polri akan berpikir keras. Saya berharap teman-teman yang memiliki pandangan keras soal ini memberi ruang toleransi," kata Priyo. "Iba saya melihat kalau Polri terkesan ditekan."

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Wakil ketua Komisi III DPR, Nasir Jamil. Komisi III DPR memutuskan untuk memanggil Kapolri Timur Pradopo pada Senin (28/5) depan untuk mengklarifikasi penolakan pemberian izin konser itu. Keputusan dikeluarkan setelah pimpinan komisi melakukan rapat internal tertutup hari ini.

Nasir Jamil menyatakan pihaknya sama sekali tidak memberikan tekanan politik apapun kepada Mabes Polri terkait perijinan konser itu.

"DPR bertindak karena merasa punya tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga, itu saja," kata Nasir, politisi asal PKS.

Kabar lain yang beredar melunaknya sikap Mabes Polri diakibatkan sudah adanya 'kesepakatan' Big Daddy, Event Organizer (EO), konser Lady Gaga dengan Keluarga Cikeas.

Entah siapa yang memunculkan isu itu. Yang pasti, Nasir Jamil justru mengaku sama sekali tak tahu soal kebenaran isu itu. Yang pasti, bagi DPR, Polri harus bertindak sesuai aturan perundang-undangan, termasuk dalam kaitan konser Lady Gaga.

"Artinya jangan bertindak berdasarkan tekanan-tekana pihak tertentu. Kalau pun ada aspirasi, anggap saja itu hak warga untuk menyampaikan pendapat," kata Nasir.

Secara terpisah, Perwakilan Manajemen Big Daddy, Edy Purnomo, membantah bila ada kesepakatan diam-diam antara pihaknya dengan Keluarga CIkeas.

Dia menegaskan pihaknya tak pernah merasa ada persaingan dengan kelompok usaha terkait Keluarga Cikeas dalam mendatangkan konser Lady Gaga.


"Tak ada dan saya tak tahu soal pertemuan (dengan Cikeas). Tidak ada juga kami pergi ke sana (mendatangi CIkeas)," tutur Edy.

No comments:

IT Conversations

Moneycontrol Latest News

Latest new pages on Computer Hope

Latest from Infoworld

Door Lock

Door Lock Import Top Door Lock from China Contact Quality Manufacturers Now